Jumat, 17 Januari 2014

Secret Admirer

Ini cerpen abstrak banget. tapi buat happy2an doang, boleh sih...
Follow yakk @Virginiatrza9

"Secret Admirer"

Author P.O.V
Rasa cinta tak dapat dinyatakan dengan ‘kata-kata.’
SMA Bintang Idola. Salah satu sekolah swasta yang populer didaerah Jakarta. Bangunan megah bertingkat , memiliki fasilitas yang lengkap, lapangan outdor dan indoor, laboratorium, memang sekolah yang diidam-idamkan. Tak kalah juga biaya, masuk di SMA Bintang Idola bukanlah hal yang mudah. Butuh biaya lebih untuk masuk sekolah itu. Walaupun ada yang mendapatkan beasiswa, mereka harus bekerja keras.
Cakka berjalan menyusuri koridor utama SMA Bintang Idola. Masih terlihat sepi, karena jarang ada siswa-siswi yang datang sepagi ini.

Cakka P.O.V
Gue harus duluan, sebelum dia datang. Gue jalan lewat kelasnya aja, kali ya? Liat keadaan dulu. Tapi, kayaknya sih belom ada orang. Ini masih jam 06.10.

Rio P.O.V
Si Cicak, kenapa kearah kelas 11? Tumben lagi, dia datang awal. Misterius. Gue harus ikutin dia. gerak-geriknya, mencurigakan.

Author P.O.V
Sebentar lagi bell masuk akan berbunyi, siswa-siswi pun berdatangan. Memang jika 10 menit sebelum bell berbunyi, siswa-siswi baru datang. Alasannya, tidak mau disuruh piket. Memang anak sekolah zaman sekarang, susah untuk disuruh.
“Ekhm, apa tuh, Shil?” Shilla menoleh kearah Ify
“Gaktau. Iseng banget. Ngirim surat kayak gini.”
“Coba baca, gue penasaran.” Shilla membuka kertas bewarna merah muda berbentuk hati dan ada lipatannya.
“Selamat Pagi, semangat buat belajarnya”
“Ciee..”

Ashilla P.O.V
Siapa sih? Iseng banget ngirim surat isinya gitu. Padahal, gue udah seneng gak ada nemu surat di depan rumah. Huh. Misterius!!

Author P.O.V
Cinta? Cinta? Cinta? Selalu memiliki pengertian sendiri bagi setiap orang yang merasakannya.
Cakka dan Rio sudah berada dikantin karena jam istirahat sudah tiba. Cakka dan Rio menikmati makanan/minuman yang mereka beli tadi.
“Lo ngapain sih, tadi pagi kearah kelas 11?”
“Uhuuk.. uhukk.” Cakka tersedak mie yang dimakannya
“Eh, nih minum.” Rio memberikan es jeruk milik Cakka, Cakka pun langsung meminumnya.
“Lo nanya apa?” Cakka memandang Rio
“Tadi pagi, lo kenapa kearah kelas 11? Kalau gak salah, lo masuk ke kelas 11 IPA 1A.”
“Gue mau nyari, Ozy, tapi belom datang.”
“Ooh.”

Ify dan Shilla sedang ada di dalam kelas, mereka memang tidak ke kantin. Karena masih kenyang dan juga tidak mau ngantri, karena jika istirahat pertama selalu ramai.
“Eh, Fy, Shil. Ntar malem, ke Ninty-Nine, yuk?” Acha tiba-tiba datang dan duduk dikursinya yang ada di depan meja Shilla dan Ify.
“Boleh tuh.”
“Emang ada apa?” Shilla memandang Acha dan Ify bergantian
“Kan, ntar malem Ozy sama temen-temennya, mau battle dance di Ninty-Nine.
“Lo ikut ya, Shil?”
“Liat nanti malem aja, kalau gak capek, gue ikut.”
“Ntar lo sms aja, biar kita berangkat bareng.”
“Sip.”

Cakka P.O.V
Kok gue deg-degan gini? Atau jangan-jangan, dia ada disini? Feeling gue biasanya selalu benar. Semoga benar, dia dateng. Tapi, bisa kacau, kalau ada dia. Gue gak focus. Ayo, profesional!!

Ashilla P.O.V
Sebenarnya gue males banget nonton battle dance. Tapi, terpaksalah, gue bosen juga dirumah, lagian gue juga dancer. Jadi, harus liat gimana perkembangan dance, dong ya??

Author P.O.V
Jatuh cinta? Tak bisa dihindari. Semua hal yang tak pernah dirasakan sebelumnya.
Shilla, Ify, dan Acha sudah berada di aula dance Ninty-Nine.  Terlihat cukup banyak penonton yang datang, karena ini battle yang katanya cukup menenggangkan. Shilla penasaran, bagaimana battle dance ini menjadi banyak digemari?
“Eh, itu Ozy udah mulai dance, kece banget!” Shilla dan Ify hanya terkekeh senyum melihat tingkah Acha. Dan mereka pun menyaksikan battle dance itu.

Satu persatu dancer mulai bermunculan. Mereka memang memiliki skill yang cukup bagus dan penampilan mereka sangat mempesona. Shilla memperhatikan salah satu dancer, memaikai topi berwarna putih dengan tulisan ‘NY’, celana jeans hitam, jaket bewarna abu-abu dan topinya juga dipakai, terlihat bahwa ia memakai kaos bewarna putih. Sangat menonjol, namun wajahnya tidak tampak. Wajahnya tertupi oleh topi jaketnya. Dan juga suasana di sini gelap hanya lampu berkerlap-kerlip diatas.

Battle dimulai. Namun tatapan mata Shilla tetap menatap salah satu dancer laki-laki itu. Ntah mengapa Shilla penasaran melihat wajahnya langsung. Namun, tidak memiliki kesempatan. Sepertinya laki-laki itu sengaja tidak menampakkan wajahnya.

Akhrinya battle selesai, dengan dimenangkan oleh Dance Ozy CS. Ini tidak dinilai sembarangan, karena ada dancer senior yang datang langsung menonton dan menilai.
“Ayo. Fy, Shil, kita ke backstage. Nyamperin mereka.” Acha semangat, Ify dan Shilla hanya ikut saja. Shilla juga masih penasaran dengan wajah laki-laki tadi.

Cakka P.O.V
Waduh, Shilla ke sini lagi. Gue harus pergi sekarang. Jangan sampai dia liat gue, gue belum siap untuk ngungkapin semuanya.

Beberapa hari kemudian di SMA Bintang Idola. Cakka dan Rio sedang berjalan mengitari koridor kelas-kelas. Karena, hari ini guru sedang rapat. Jadi siswa-siswi bebas.
“Lo ngapain ke sini, Yo?”
“Gue lagi pdkt sama anak kelas 11 IPA 1.” Cakka memandang Rio heran
“Siapa?”
“Ntar lo liat deh, dia kelas 11 IPA 1A.”

Cakka P.O.V 
Yeay! Untung bukan Shilla yang dimaksud Rio. Kalau sampe Shilla, awas aja, gue bakal cincang-cincang. Kalau Rio pdkt sama Ify, berarti otomatis gue juga bakal deket sama Shilla. Kan Ify sama Shilla sahabatan. Kalau Rio lagi jalan bareng Ify, pasti dia ngajak gue. Trus Ify ngajak Shilla. Woww! Kesempatan.

Authot P.O.V
Cakka, Rio, Ify dan Shilla sedang di kantin. Memang lelaki memiliki beribu-ribu cara untuk mendekati perempuan. Rio bisa dikatakan ‘modus’, mendekati Ify.
“Kalian mesan apa?” Rio memandang Shilla dan Ify bergantian
“Mie sama es jeruk aja.”
“Sama.”
“Sama juga.”
“Gue gak nanya lo, Cakka! gue cuman nanya ke Ify sama Shilla.” Rio beranjak dari kursinya sambil pergi memesan makanan. Cakka merengut dan menyusul Rio.
“Eh, Fy. Itu temennya Kak Rio, namanya Cakka?”
“Iya. Emang kenapa? Lo suka, ya?” Ify menatap Shilla menggoda
“Enggak. Gue cuman nanya aja. Lagian gue gak kenal sama dia, gimana mau suka, coba?”

Ashilla P.O.V
Cakka? Cakka Kawekas Nuraga? Gue akui dia ganteng, putih, tinggi, denger-denger dia pintar juga, pokoknya perfect. Apa gue jatuh cinta sama dia? Oh God. Gue aja baru tau tentang dia  baru-baru ini. Mungkin gue cuman kagum. Tapi kenapa dia gak bisa hilang dari pikiran gue? Btw, secret admirer gue kok udah jarang ngirim bunga, surat, chocolate, dan lainnya ya? Gue kok jadi kangen sih?

Cakka P.O.V
Fix! Sekarang gue jadi obat nyamuknya Rio sama Ify. Elah, kenapa Ify gak ngajak Shilla, sih? Huh. Ditaman lagi nih, coba ada Shilla. Kan gue gak kesepian gini. Eh, eh. Itu bukannya Shilla, ya? kok dia bareng cowok lain?
“Hai, Fy, Yo, Kka.” Shilla tersenyum menyapa Rio, Ify, dan Cakka.
“Hai juga. Eh, Shil. Siapa tuh disamping lo?”
“Ini Gabriel, dia temen deket gue.” Hah? Apa? Temen dekat? Huaa! Pupus harapan gue.
“Ooh. Yaudah, kita jalan bareng aja.” Kalau gitu? gue bakal jadi obat nyamuk 2 pasangan?

Ashilla P.O.V
Gabriel itu temen deket rumah gue, kebetulan tadi gue ketemu dia di jalan depan taman. Jadi gue sama dia pergi. Trus katanya Gabriel juga lagi janjian sama gebetannya. Gue bakal jadi baygonnya Ify-Rio dan juga Gabriel-pacarnya. Huh. Nasib ‘SINGLE’ ngenes. Karena gue bukan JOMBLO yang galau-galau, pengen dapet pacar.

Author P.O.V
Cakka dari tadi diam, bukan mau memperlihatkan sifat pendiamnya. Tapi bingung ingin berbicara dengan siapa. Shilla pun sepertinya asik berbicara dengan Gabriel.
“Hai, Yel.” Gabriel, Shilla, Ify, Rio, dan Cakka menoleh kearah seorang gadis cantik
“Eh, hai juga.” Gabriel merangkul pundak Angel
“Jadi maksud lo itu Angel? Wah, seru nih.” Cakka memandang Shilla heran, kenapa Shilla malah tersenyum senang? Bukannya cemburu?

Cakka P.O.V
Gue beneran jadi ABG labil. Yang ‘cemburu’ gak jelas. Padahal, Shilla bukan siapa-siapa gue.Dan ternyata Gabriel udah punya pacar. Aduh, begok, lo Kka! Untung gak ada yang bisa baca pikiran gue. *Kecuali AUTHOR yang nulis ini cerita.*

Author P.O.V
Rio, Ify, Shilla, Cakka, Gabriel dan Angel sudah berada di sebuah Cafe. Mereka makan malam bersama. Terlihat mereka berbincang-bincang senang sambil menikmati makanan/minuman yang sudah di pesan tadi, kecuali Cakka dan Shilla.
“Tumben, lo diem, Kka?”
“Lo mau gue ribut, gitu?”
“Gak gitu juga, sih.”

6 bulan kemudian. SMP Idola Bintang mengadakan Pentas Seni dalam rangka perpisahan siswa-siswi kelas 12.
“Semangat, Shil. Lo urutan ke 12.” Acha sebagai panatia, menghampiri Shilla yang sedang bersiap-siap. Shilla memakai dress putih selutut, dengan rambut yang dibiarkan terurai panjang tetap rapi, dan polesan bedak yang tak terlalu tebal, Shilla memang tidak suka dandan.
“Iya, Cha.”
“Wuih, Shilla cantik bener, malam ini.” Rio disusul Ify menghampiri Shilla
“Apadeh, biasa aja, kali. Tuh Princess lo juga lebih cantik.”
“Haha.”

Penampilan Shilla pun tiba. Shilla duduk di depan grandpiano putih. Ia akan bernyanyi sambil memainkan piano.
Ketika surya menampakkan cahayanya
Ku gapai hari terangku
Menanti sebuah cerita
Yang pasti akan terjadi di diriku

Kini ku mulai mengerti artinya cinta
Walau sangat tawaramu
Hatiku mulai merasa
Bila dekat laki-laki
Aku peri malu

Akulah kembang perawan
Ingin mulai merasa
Perasaan yang pasti
Milik semua insan

Aku mulai jatuh cinta
Maka biarlah aku
Menikmati semua anugerah di hidupku

Cakka P.O.V
Suaranya bisa buat gue terhipnotis. Gue harus gimana? Apa gue harus ngungkapin semuanya? Sekarang? Gue gak mau telat.

Cakka mulai memasuki panggung bersama teman-temannya setelah tadi Shilla tampil. Cakka CS akan ngedance. Shilla menyaksikan penampilan Cakka CS. Shilla tersadar sesuatu saat memperhatikan Cakka.

Ashilla P.O.V
Itu bukannya gayanya si pengirim misterius dan juga dancer yang buat gue penasaran? Apa bener, selama ini secret admirer gue itu Cakka? ah, gak mungkin. Gue jangan mikirin yang enggak-enggak dulu.

#Flashback On
Dua hari yang lalu. Shilla baru saja pulang les. Tiba-tiba Bi’ Inem menghampirinya dan memberikan sebuah VCD dan juga ada surat yang tertera diatasnya. Shilla pun masuk ke kamar dan membuka VCD itu.
“Semoga kamu mengerti, apa yang ku maksud.”
Shilla memutar VCD itu terlihat video editan yang terkumpul foto-foto Shilla. Sejak MOS hingga kelas 11. Sangat banyak, bahkan Shilla baru teringat jika ia pernah melakukan hal yang tidak masuk akal. Dalam hati Shilla bingung.  
Dan akhrinya tampilah seorang cowok ‘dancer’ yang beberapa bulan yang lalu Shilla tonton bersama Ify, Acha di Ninty-Nine. Terlihat cowok itu sengaja tidak menampakkan wajahnya. Namun, Shilla ingat betul gelang yang dipakai cowok itu, bewarna biru muda dengan tulisan ‘C’.
Shilla mengingat-ingat sesuatu, sepertinya ia tidak asing dengan gelang itu. Gelang yang dipakai oleh seseorang yang sedang dekat dengannya. Walau hanya sebatas teman saja.
#Flashback Off

Saat hampir semua dancer keluar dari pangung, tersisalah beberapa dancer dan ‘cowok misterius. Shilla memperhatikan gerak-gerik cowok itu, wajahnya masih sengaja di tutupi oleh topi. Dancer di depan mengambil alat musik dan mulai memainkannya. Cowok misterius itu mengambil mix dan  berdiri di tengah panggung.

Terbuai aku hilang
Terjatuh aku dalam
Keindahan penantian

Terucap keraguan hati
Yang bimbang, yang terhalangan
Kepastian cinta
Aku hilang, aku hilang...

Terkabut-kabut malam
Terbiasnya harapan
Yang tersimpan sejuta berdua

Terasa kerinduan
Hati yang bimbang
Yang Terhempas
Kepastian cinta

Dengarkanlah permintaan hati
Yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas, yang terlepas
Pelukanmu, bersamamu, dan tanpamu
Aku hilang selalu....

Ashilla P.O.V
Hah? Jadi? Perkiraan gue bener? Itu Kak Cakka! jelas, ini bukan mimpi! Liat temen-temen gue teriakin histeris namanya. Gue akui gue gak pernah berharap gini, tapi ternyata ini takdir.
“Ashilla, gue cinta sama lo. Lo mau jadi pacar gue?” Hah? Apa? W to the O to the W, WOW! Cakka nembak gue? di depan orang banyak gini?
“Terima! Terima!”
“Eh, Shil. Terima dong, Kak Cakka.” Gue cuman ngangguk aja.

Author P.O.V
Semua yang ada di dunia ini
Hanyalah semu
Tak ada yang abadi
Ify dan Angel memandang Shilla yang termenung di kamarnya sambil memandang foto Cakka dan Shilla, air mata Shilla jatuh membasahi foto itu.
“Udah, Shil. Jangan sedih lagi. Cakka gak mau liat lo sedih, kayak gini.”
“Gue hikkss, gue gak nyangka..”
“Iya, kita juga enggak nyangka. Cakka secepat itu ninggalin kita semua, selamanya.”
“Lo harus kuat Shil, Cakka gak tenang disana, kalau liat lo sedih terus.”
“Percuma, Ify, Angel! Lo berdua gak ngerti! Gue sayang sama dia! Gue tanpa dia, lebih baik gue ikut dia!” Shilla menangis sejadi-jadinya. Ify dan Angel menenangkan Shilla.
“Lo jangan ngomong gitu. Cakka ngelakuin ini semua, demi lo! Lo jangan nyia-nyiain apa yang Cakka udah lakuin demi lo. Shilla.”

Ashilla P.O.V
Mengapa cinta selalu menyakitkan? Gue benci! Kenapa Cakka harus ninggalin gue, secepat ini? Gue rasa baru aja kemarin gue kenal sama dia, jalan bareng, hikksss.. gue gak kuat, Kka! Kenapa lo lakuin ini semua? Seharusnya lo gak perlu ngelindungin gue. Gue hancur tanpa lo, Kka!!

#Flashback ON
Author P.O.V
Tepat satu tahun setelah Cakka dan Shilla berpacaran. Dan tepat hari ini, Shilla akan lulus SMA dan melanjutkan kuliah. Cakka menjemput Shilla memakai mobil ferari hitamnya. Shilla meminta Cakka untuk ikut bersamanya. Cakka tidak keberatan, karena sudah lama juga ia tidak pergi ke SMA Idola Bintang.
“Kamu cantik malam ini.”
“Berarti kemarin gak cantik, dong?”
“Bukan gitu maksudnya, tapi sekarang lebih cantik dari biasanya.”

Sampai di Aula SMA Idola Bintang. Terlihat banyak tamu undangan dan siswa-siswi yang sudah berpakaian resmi memenuhi Aula.
“Wah, happy anniv CakShil.” Ozy, Rio, Ify, dan Acha menghampiri Shilla dan Cakka yang baru datang.
“Haha, bisa aja. Iyaiya.”
“Eh, Kka. Ada yang mau ketemu sama lo.”
“Siapa?” Cakka memandang Rio penasaran
“Gaktau. Ntar pulang aja, katanya. Gue sih gak kenal.”
“Oohh,”

Acara dimulai, Cakka mengingat masa-masa saat ia menyatakan cintanya pada Shilla. Di aula dengan keramaian yang sama persisinya seperti ini, Cakka seperti berada disatu tahun yang lalu.
“Hey, kok bengong, bieb?” Shilla menghampiri Cakka
“Gak kok, sayang. Aku cuman ingat waktu aku nembak kamu dulu.”
“Haha, iya. Aku ingat. Aku gak nyangka, waktu itu.”
“Aku lebih gak nyangka, kalau kamu nerima aku.” Cakka mengecup pipi kanan Shilla
“Ih, apaansih. Ramai gini, main cium-cium aja!”
“Emang gak boleh? Ada yang marah?”
“Huh, udah ah. Aku mau ke pangung dulu, bye.” Shilla pergi, Cakka hanya tersenyum tipis.

Shilla sudah berada di pangung di depan grandpiano. Sepertinya kejadian satu tahun yang lalu benar-benar terulang kembali. Terlihat seseorang yang menatap Shilla sinis dari pintu masuk Aula.

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku
Akan selalu memujamu

Disetiap langkahku
Ku ‘kan selalu
Memikirkan dirimu
Tak bisa ku bayangkan
Hidupku, tanpa cintamu...

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku, o sayang ku
Kau begitu sempurna...

Kau genggam tanganku
Saat diriku melemah dan terjatuh
Kau bisikan kata
Dan hapus semua sesalku

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku, o sayang ku
Kau begitu sempurna...

Suara tepuk tangan terdengar di dalam aula. Memang Shilla cukup dikenal banyak saat ia sering tampil bersama Ify yang juga seorang pianis.

Sekitar pukul 10 malam, acara selesai. Sudah sepi, hanya ada beberapa siswa-siswi yang sedang mengabadikan foto kenganan bersama-sama. Cakka dan Shilla pun berjalan keluar dari Aula.
“Lo nyerahin Shilla, atau nyawa lo yang melayang!” Seseorang menarik Cakka dengan sebuah pisau kecil namun cukup tajam diperlihatkan tepat di depan hadapan Cakka.
“Debo! Lo jangan macem-macem.” Shilla merasa panik, melihat Cakka yang sudah di tahan Debo. Namun Shilla pun ditahan seseorang dari belakang. Oik!
“Lo berdua, mau apa?”
“Gue mau lo berdua misah. Dan lo harus nyerahin Shilla ke gue.” detik berikutnya Cakka sudah menghindari Debo dan menarik tangan Shilla menjauh dari Oik.
“Lo berdua gak akan selamat, kalau kabur!” namun Cakka tak perduli, ia menarik tangan Shilla berlari jauh. Oik dan Debo mengejar Cakka dan Shilla.

Hingga di dekat perempatan jalan, sebuah truk melaju kencang, karena sudah sepi, truk itu memang sangat laju. Shilla yang berada di tengah jalan langsung histeris.
“AAAAAA!!!!”
“BRAKK!!”

Debo dan Oik kaget, mereka berhenti mengejar Cakka dan Shilla. Cakka ditabrak truk itu sangat kencang, hingga tubuhnya terpental jauh. Truk itu sendiri setelah menabrak Cakka langsung menabrak pohon yang ada di pinggir jalan.

Shilla langsung berlari mendekati Cakka. Debo dan Oik sendiri, bingung. Namun detik berikutnya Debo langsung berlari.
“Shil, bawa Cakka ke RS, sekarang!” Oik mendekati Shilla, saat mobil Debo berhenti. Buru-buru Debo memasukkan Cakka ke dalam mobil. Ntah mengapa saking paniknya Debo dan Oik berubah baik, ya karena mereka masih berperikemanusiaan. Padahal mereka sangat membenci Cakka maupun Shilla.

Beberapa teman Cakka, keluarganya sudah menunggu di depan ruang UGD. Menunggu hasil keterangan dari dokter di dalam. Shilla masih menangis, panik. Alvin memeluknya, menenangkannya. Alvin memang mencintai Shilla, namun ia merelakan Cakka untuk menjaga Shilla. Alvin adalah teman SMP Shilla. Dan akhir-akhir ini mereka cukup dekat. Tapi, Alvin tidak ada maksud apa-apa, selain menenangkan Shilla.
“Lo jangan nangis lagi, gue yakin Cakka kuat.”
“Hiksss...”
“Udah, Shilla. Gue gak mau liat lo nangis, lo lebih baik berdoa buat yang terbaik untuk Cakka.”

Tak lama dokter keluar dengan wajah yang tak bisa di tebak. Kedua orangtua Cakka langsung menghampiri dokter itu. Dokternya adalah Ayah Shilla.
“Bagaimana keadaan anak kami?”
“Sepertinya Bapak dan Ibu harus liat sendiri.” Kedua orangtua Cakka masuk didampingi seorang suster.

Shilla menghampiri Ayahnya yang terlihat sudah pasrah setelah berusaha selama 3 jam di dalam. Ayah Shilla memeluk anaknya.
“Pa, keadaan Cakka gimana?”
“Shilla, kamu harus kuat, jangan nangis.”
“Cakka gapapa, kan? Dia baik-baik aja, kan? Bilang iya, Pa.” Namun Ayah Shilla hanya terdiam tak menjawab.

Shilla masuk ke dalam ruang UGD setelah orangtua Cakka keluar. Shilla diminta untuk masuk. Jarum tajam seperti menusuk ke jantung Shilla saat melihat keadaan Cakka tak berdaya.
“Shi...lla.” Cakka memandang Shilla yang sudah berdiri disamping tempat tidur.
“Iya, Kka. Aku ada disini.” Shilla tak tega melihat Cakka yang sudah berlumuran darah. Cakka meraih tangan Shilla dan mengenggamnya
“Janji sama aku, kamu gak boleh sedih, kalau aku pergi. Asal kamu tau, aku selalu cinta sama kamu. walau aku udah pergi.”
“Kamu gak boleh ngomong gitu, Kka!” Shilla menangis
“Maaf, Shil. Aku gak tahan lagi, aku udah cukup bertahan selama ini. Aku tau penyakit kanker otak aku, gak bisa disembuhin lagi. Aku gak mau kamu terpuruk. Diluar sana ada yang mencintai kamu.”
“Kkaa...”
“Selamat tinggal, I love you forever Shilla....” tak disangka teman-teman Cakka diluar menangis juga saat mendengar alat pendeteksi jantung berbunyi bertanda Cakka sudah tidak ada. Ayah Shilla mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan Cakka. namun, Cakka memang tidak bisa lagi diselamatkan.

#TAMAT#

Oke ini, cerpen gak bermutu banget. Haha. Abstrak banget ya? gaktau deh. Like dan coment ya, aku mau tau gimana tanggapan kalian, walau ini udah cerpen kesekian kalinya aku buat. Thanks for read.. ilysm ;)

Senin, 05 Agustus 2013

Indah Tapi Rumit

Hai, guys.
Gue bawa cerpen lagi nih, gak bagus-bagus amat sih tapi semoga suka deh.
Btw, cerbung kayaknya off dulu, orangnya lagi bermasalah.
Follow >>>>>>>>> @VirginiaTrza <<<<<<<<<<<
Yaudah cekidot :D

“Indah tapi Rumit”


Suasana Kota Jogja sangat indah dan damai, tidak ada suara kendaraan yang ribut, jalananya pun masih sepi.
Di Bandara. Ada seorang gadis cantik berumur 19tahunan lebih sedang menunggu jemputannya.
Gadis itu bernama Ashilla Zahrantiara, Ia ke Jogja untuk berlibur karena sudah lama ia tidak ke Jogja.
Tidak lama, tiba-tiba ada sebuah mobil BMW hitam yang berhenti tepat di depannya. Dan keluarlah seorang cowok berwajah tampan dan langsung menghampiri Shilla.
“Non, Ashilla. Silahkan masuk” ucap cowok itu ramah dan sambil membukakan pintu mobil untuk Shilla.
Shilla masih ragu, dan ia menatap cowok itu meminta penjelasan. Cowok itu pun mengerti
“Ohiya. Nama saya Cakka Nuraga, selama Non Ashilla disini, saya sudah dipercayakan oleh Pak Zaenal untuk menjaga Non” ucap cowok itu yang bernama Cakka.
“Ooh, gitu. Iya deh” ucap Shilla dan langsung masuk ke mobil.
Cakka menutup pintu mobil, dan mengangkat koper bawaan Shilla dan memasukkannya ke bagasi mobil. Setelah itu Cakka pun masuk ke mobil.
Meninggalkan area Bandara.
“Non Ashilla mau jalan dulu?” tawar Cakka sambil melihat Shilla dari kaca spion depan, karena Shilla duduk di belakang.
“Hm, boleh juga” jawab Shilla

Cakka pun membawa Shilla jalan-jalan keliling kota Jogja. Shilla sangat menikmati suasana Jogja yang masih alami, dan masih juga terlihat burung-burung kecil yang sangat indah berterbangan dengan bebas.
Mereka hening tidak ada yang berbicara. Shilla pun memecahkan keheningan.
“Nama lo siapa tadi?” tanya Shilla karena ia agak lupa
“Cakka Nuraga” jawab Cakka
“Umur lo berapa?” tanya Shilla
“21tahun” jawab Cakka
“Lo harusnya kuliah kan? Kenapa lo mau kerja sama bokap gue?” tanya Shilla
“Hm, ya beginilah hidup saya Non. Orang tua saya tidak mampu untuk membiayai saya kuliah. Akhirnya saya bertremu dengan Ayah Non, dan Ayah Non membiayakan kuliah saya, saya juga sambil kerja untuk beliau” jawab Cakka
Shilla tertegun dan kagum pada sosok Cakka yang masuk kriteria cowok idamannya. Shilla sangat kagum dengan orang yang mau berusaha sendiri.
“Gue suka prinsip lo. Walau lo udah dibiayai, tetap aja lo masih mau kerja” ucap Shilla
“Terima kasih, Non” ucap Cakka sambil tersenyum.
Tidak tahu kenapa perasaan aneh muncul pada hati Cakka, ia sangat tertarik dengan Shilla. Namun Cakka sadar bahwa ia bukan siapa-siapa, ia tidak mungkin bisa mendapatkan gadis secantik Shilla.
“Btw, lo kuliah jurusan apa?” tanya Shilla
“Kedokteran” jawab Cakka
“Kalau gitu sama. Tapi lo lebih senior. Jadi gue boleh dong nanya2 ke lo tentang kedokteran” ucap Shilla
“Boleh, kok Non” ucap Cakka
“Lo jangan panggil gue Non. Panggil aja Shilla atau apa gitu. Gue itu bukan majikan lo” ucap Shilla
“Tapi tetap saja Non itu anak Pak Zaenal bos saya. Jadi saya harus menghormati Non” ucap Cakka
“Hm. Gak usah. Gue itu anggap lo kayak temen + abang gue sendiri. Jadi lo mulai sekarang panggil gue Shilla yaaa” ucap Shilla
“Baik Non eh maksudnya Shil...la” ucap Cakka gugup
“Shilla nya gabung bukan kayak gitu” ucap Shilla
“Iya Shilla” ucap Cakka
“Nah gitu dong” ucap Shilla
“Ohiya, kita mau jalan lagi atau langsung pulang?” tanya Cakka
Shilla pun melihat jam tangan putih yang melingkari pergelangan tangannya,
“Hm, pulang deh. Udah jam 11” ucap Shilla
“Okee” ucap Cakka
Mobil pun melaju ke rumah Shilla.

Sampai di depan rumah Shilla, Cakak membukakan pintu mobil untuk Shilla.
“Gue sendiri kok. Jadi lo gak usah repot-repot” ucap Shilla sambil menutup pintu mobil
Cakka pun mengangguk dan mengeluarkan barang-barang Shilla dari bagasi, setelah itu membukakan pintu rumah..
“besar banget nih rumah, gue tinggal sendiri juga” ucap Shilla sambil masuk ke rumah.
“Ya ini permintaan dari Pak Zaenal” ucap Cakka
“hm, Papa emang deh” gumam Shilla sambil menggelengkan kepalanya
“Seharusnya Non itu beruntung punya Ayah kayak Pak Zaenal yang baik” ucap Cakka
“Non lagi?”ucap Shilla sambil menoleh ke Cakka
“eh, maksudnya Shilla” ucap Cakka
“Hm ya. Gue sih beruntung banget. Btw bokap-nyokap lo tinggal di Jogja juga?” tanya Shilla
“Sebenarnya orangtua saya baru 2 bulan yang lalu mengalami kecelakaan dan mereka tidak selamat” ucap Cakka sambil menahan sedihnya
“Hm, sory. Gue gak tau” ucap Shilla
“Gapapa. Yaudah mari saya tunjukkan kamarnya” ucap Cakka
“Oke” ucap Shilla
Cakka pun membawa barang Shilla sambil menaiki tangga dan menuju kamar nomor 2 dari pojok kanan. Cakka pun membuka kenop pintu kamar Shilla dan menyuruh Shilla masuk duluan, Shilla pun masuk ke kamarnya. Ia sangat senang melihat kamarnya yang bewarna putih, kasur dan sofanya bewarna ungu sama dengan warna kesukaannya.
Cakka pun menaruh koper Shilla di samping lemari.
“Shilla. Saya keluar dulu” ucap Cakka
“oke” ucap Shilla
Cakka pun keluar kamar Shilla.
Tiba-tiba Iphone Shilla berbunyi dan ada telvon dari Alvin.
Alvin : Hai sayang
Shilla : Hai jugaa
Alvin : Udah nyampe di Jogja?
Shilla : Udah dong, seru banget
Alvin : Semoga liburannya menyenangkan
Shilla : Iya pasti
Alvin : Kamu lagi ngapain?
Shilla : Gak lagi ngapa2in Cuma lagi liat2 kamar aja. Kalau kamu?
Alvin : aku lagi ngurus urusan perusahaan
Shilla : Yaudah lanjutin aja. Ntar malah gak selesai
Alvin : Oke deh, bye sayangg
Shilla : Bye
Shilla pun mengakhiri percakapannya dengan alvin. Alvin adalah kekasih Shilla yang ada di Jakarta, Alvin berumur 23 tahun, jadi sekarang Alvin sedang mengurus perusahaan keluarganya.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Shilla.
“Tok....tok..” bunyi pintu
Shilla pun melangkah pergi ke arah pintu dan membukanya, ternyata ada Cakka
“Sekarang waktunya makan siang” ucap Cakka
“Hm,iyaa” ucap Shilla sambil menutup pintu kamarnya dan turun menuju runag makan diikuti Cakka.
Shilla pun duduk di kursi makan, sedangkan Cakka masih berdiri di belakang Shilla.
“Duduk aja” ucap Shilla
“Gak usah” tolak Cakka
“Keras kepala. Duduk aja Cakkaa” ucap Shilla sambil menarik tangan Cakka pelan
“I..iya deh” ucap Cakka gugup dan duduk disamping Shilla
“Mau makan apa? Biar gue ambilin” ucpa Shilla sambil menyedokkan nasi
“Gak perlu” ucap Cakka
“Kenapa? Emang lo udah makan?” tanya Shilla
“Belom sih” ucap Cakka
“Mangkanya gue ambilin” ucap Shilla sambil mengambil makanan dan memberikannya ke Cakka
“Makasih” ucap Cakka
“Hm..Ya” ucap Shilla
Mereka pun makan siang bersama.
“Btw, ini yang masak siapa?” tanya Shilla
“Bi’ Inem” jawab Cakka
“Jadi dia tinggal disini? Kok gue gak liat dia?” tanya Shilla
“Bi’ Inem cuman datang bentar aja, dia gak tinggal disini. Soalnya dia harus ngurus anaknya” ucap Cakka
“Ooh gitu, jadi gue tinggal sama lo ddoang?” tanya Shilla
“Iya” jawab Cakka
Shilla pun mengangguk-nganggukan kepalanya..

Setelah selesai makan Shilla langsung menonton TV ditemani Cakka.
“Cakka, temenin gue jalan yuk?” ajak Shilla
“Yaudah,ayo” ucap Cakka sambil mengambil kunci mobil
“Tunggu bentar gue ambil tas dulu di kamar” ucap Shilla sambil pergi ke kamarnya.
Cakka pun hanya tersenyum melihat tingkah Shilla yang lucu.

Beberapa menit kemudian pun Shilla turun dan mendekati Cakka
“Ayok?” ajak Shilla
“Iya. Duluan aja” ucap Cakka sambil mengikuti Shilla

Mereka pun jalan-jalan menuju Candi Borobudur.
“Untung udah sore gini, jadi gak panas” ucap Shilla
“Ya.” Respon Cakka
“Hm, lo punya pacar?” tanya Shilla
“Gak punya. Saya mau fokus kuliah dulu” jawab Cakka
“Ooh, gitu. Lo bisa gak ngomong pake Saya?  Gue tau lo bisa ngomong kayak anak muda biasanya” ucap Shilla
“Hm,okelah” ucap Cakka
“Fotoin gue yaa” ucap Shilla sambil memberikan kamera SLRnya pada Cakka
“Sipp” ucap Cakka sambil mengambil kamera SLR Shilla
Cakka pun mengambil foto-foto Shilla sangat banyak dan bagus.

Setelah berfoto-foto ria, Shilla pun mengajak Cakka mencari minuman di kawasan Candi Borobudur..
Dan mereka pun menemukan warung kecil yang menjual minuman segar dan dingin.
“Eh, lo gapapa minum kayak gini?” tanya Cakka yang sudah tidak berbciara memakai bahasa baku.
“Gapapa kali” ucap Shilla
Sambil membeli Es Parut 2 untuknya dan Cakka.
Shilla pun memberikan segelas es parut pada Cakka. Cakka pun menerimanya
“Thanks” ucap Cakka
“Urwell” ucap Shilla

Mereka pun bersantai disana sambil mengobrol-ngobrol. Jam sudah menunjukan hampir jam setengah 9, mereka memang sengaja disana sambil menunggu kembang api. Karena udara di Jogja pada malam hari sangat dingin, Shilla yang tidak memakai jaket pun menggosokkan kedua telapak tangannya.
Cakka mengerti bahwa Shilla kedingininan, Cakka pun melepas jaketnya dan memakaikannya pada Shilla. Shilla pun terkejut dan langsung menoleh ke Cakka.
“Sory. Gue Cuma gak mau lo sakit” ucap Cakka
“Ooh, gapapa” ucap Shilla sambil tersenyum
Beberapa menit kemudian, kembang api pun mulai menyala-nyala di langit.
“Bagus banget” ucap Shilla sambil menyenderkan kepalanya di bahu Cakka. Cakka pun walau agak ragu, ia pun merangkul Shilla’
“Hm, emang bagus” ucap Cakka
“Pasti lo udah sering ngeliatnya, mangkanya bilang kayak gitu” ucap Shilla
“Gak juga. Gue jarang keluar malem” ucap Cakka
“Hm, jadi alim toh” ucap Shilla
“Ya enggak juga” ucap Cakka

Jam 10 malam kemeriahan sudah lewat, namun masih saja ramai. Karena Shilla sudah ngantuk, Cakka dan Shilla pun pulang
Diperjalanan Shilla tertidur di mobil, Cakka pun memandang Shilla dan tersenyum.

Sampai di rumah, Cakka menggendong Shilla dan mengantarnya ke kamarnya.
Cakka pun membaringkan Shilla ke kasurnya, dan memandang Shilla
“Andai gue bisa milikin lo. Tapi itu semua gak mungkin” ucap Cakka dalam hati setelah itu pergi keluar kamar Shilla.
Cakka tidur di sofa yang terletak di depan kamar Shilla, karena Cakka sudah ditugaskan untuk menjaga Shilla.

Besok paginya jam 4 subuh Shilla terbangun, ia pun keluar kamarnya dan melihat Cakka sedang tertidur di sofa depan kamarnya.
“Ni anak tanggung jawab banget sama tugasnya”  ucap Shilla dalam hati
Tiba-tiba Cakka terbangun dari tidurnya dan melihat Shilla duduk di sofa sebelahnya sambil menyalakan TV dan menonton Spongebob (jiahh._.)
“Shilla, lo udah bangun?” tanya Cakka sambil duduk
“Udahlah, kalau gue belum bangun gue gak ada disini” jawab Shilla
“O,iya ya” ucap Cakka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Lo tidur disini daritadi malam?” tanya Shilla
“iYa” jawab Cakka
“Hm, lo gak perlu kayak gitu juga. Kan ada kamar, jdi lo tidur di kamar lo aja” ucap Shilla
“Gapapa. Gue kan gak mau lo kenapa-napa, ntar gue yang disalahin” ucap Cakka
“Gue ngerti, tapi jangan gini juga” ucap Shilla
“Iya deh” ucap Cakka pasrah
“Nah gituu. Ohiya nnti anterin gue jalan2 lagi yaa” ucap Shilla
“Sipp” ucap Cakka


-Hampir setiap hari Cakka dan Shilla mengelilingi Kota Jogja.. Seperti malam ini, mereka sedang ada di pameran. Cakka dan Shilla sedang menikmati jagung bakar yang mereka pesan-
“Gue suka liat Jogja pas malam2 gini” ucap Shilla
“Hm, ya gitu deh. Tapi dibalik kenidahan pasti ada keburukan” ucap Cakka
“Tapi gue gak pernah liat pemandangan yang gak bagus disini” ucap Shilla
“Lo belum tau. Kejahatan disini itu berbahaya banget, mangkanya bokap lo sampai nyuruh gue jagain lo” ucap Cakka
“Iya dehh. Ngalah aja sama yang tua” ucap Shilla
“emang gue tampang tua apa?” tanya Cakka sambil cemberut
“Hehe, peace” ucap Shilla
Cakka memakan jagung bakarnya sampai belepotan, Shilla yang melihat itu langsung mengambil tisu
“Lo itu kayak anak kecil. Makan masih belepotan” ucap Shilla sambil membersihkan bekas jagung bakar di bawah bibir Cakka dengan tissu/
Cakka terkejut dan tidak sengaja tangannya mengenggam tangan Shilla.
“Hm, thanks” ucap Cakka
“Ya” ucap Shilla sambil menjauhkan tangannya
Mereka pun menikmati keindahan kota Jogja.
Shilla melihat ada sepasang kekasih yang sedang bermesraan di pinggir taman. Shilla merasa ia sangat mengenal cowok itu, ia pun terkejut melihat Alvin kekasihnya bersama seorang perempuan lain sedang bermesraan.
Shilla pun beranjak berdiri dan mendekati Alvin, cakka yang tidak tau apa-apa cuman mengikuti Shilla dari belakang.
“Plakk” suara tamparan
“Apaan sih lo! Eh” bentak Alvin dan langsung menoleh, dan ia pun terkejut ternyata orang yang menamparnya itu Shilla
“Lo brengsek” ucap Shilla
“Shil, maafin aku. Aku bisa jelasin kok” ucap Alvin sambil menggenggam tangan Shilla
“Dia siapa Vin?” tanya cewek yang bersama alvin
Alvin pun bingung menjawab apa.
“Gue pacarnya alvin” ucap Shilla
Cewek yang bersama Alvin tadi pun terkejut dan reflek menampar pipi Alvin juga
“Maksud lo apa” ucap cewek itu
“sory, gue gak bermaksud kok” ucap Alvin
“Sekarang kita PUTUS” ucap Shilla sambil meninggalkan Alvin, Cakka pun berniat mengikuti Shilla tapi tiba2 pipi Cakka ditonjok oleh Alvin.
“Lo siapa? Kenapa lo ikutin Shilla” ucap Alvin
Cakka tidak menjawab dia hanya diam, dan berniat pergi. Tapi Alvin memukul Cakka dengan emosinya.
“Lo siapa?” tanya Alvin sambil menarik kerah baju Cakka
Shilla mencari Cakka, ternyata Cakka sedang berkelahi dengan Shilla. Shilla pun berbalik lagi mendekati Cakka dan tangannya pun menarik tangan Cakka
“Jangan lo ganggu dia” bentak Shilla
Dan menarik tangan Cakka pergi

Di mobil Shilla menangis meningat kejadian tadi. Sampai di rumah pun Shilla masih menangis dan langsung masuk ke kamarnya.
Cakka tidak tega melihat Shilla menangis, ia pun berniat menghibur Shilla.
“Shilla” panggil Cakka dari depan pintu kamar Shilla
“Masuk aja” ucap Shilla dengan suara serak
Cakka pun masuk dan melihat Shilla sedang menangis di sofa kamarnya, Cakka pun mendekati Shilla dan duduk disampingnya.
“Lo jangan nangis lagi” ucap Cakka
Tiba-tiba Shilla memeluk erat Cakka, Cakka pun terkejut. Tetapi Cakka mengerti dengan perasaan Shilla saat ini, Cakka pun mengelus rambut Shilla.
“Apaa, gu..ue bu..kan ce..wek yang ba..ik hiskk?” tanya Shilla yang masih sesegukan menangis
“Gak kok. Lo itu cewek baik Shil.” Ucap Cakka sambil menenangkan Shilla
“Tapi kenapa Alvin bisa ngelakuin ini sama gue” ucap Shilla yang masih memeluk Cakka erat
“Hm, gue gaktau ya. Hubungan kalian gimana. Tapi gue tau lo itu cewek yang baik” ucap Cakka
“hikss hikss” Shilla makin menangis
Cakka pun bingung bagaimana ia menghibur Shilla, Cakka hanya diam sambil mengelus-ngelus rambut Shilla..
Shilla pun semakin lelah menangis, Cakka yang melihat Shilla langsung menyuruh Shilla tidur
“Lo tidur aja” ucap Cakka sambil melepas pelukan Shiilla
“I..iya” ucap Shilla yang masih segukan
Cakka pun membantu Shilla menuju kasurnya..
Cakka memasangkan selimut untuk Shilla, dan berniat pergi tapi tangannya ditahan Shilla.
“Gue butuh temen” ucap Shilla memelas. Cakak pun tidak tega dan ia duduk di tepi kasur.
“Iya. Gue temenin” ucap Cakka
“Thanks ya” ucap Shilla
Shilla pun curhat tentang hubungannya dengan Alvin dari awal sampai akhir, Cakka cuman manggut-manggut aja, karena tidak tahu hubungan Alvin dan Shilla.
Sudah jam 12 malam lewat, Shilla masih belum tertidur ia hanya diam, sambil memeluk tangan Cakka.
“Lo belum tidur?” tanya Cakka.
“gue gak bisa tidur” jawab Shilla
“Lo jangan mikirin kejadian tadi lagi” ucap Cakka
“Gue udah gak mikirin kejadian tadi kok” ucap Shilla
‘Trus kenapa lo belum tidur?” tanya Cakka
“Gaktau. Gue gak bisa tidur. Kalau lo mau tidur, gapapa kok” ucap Shilla
“Hm, gue temenin lo aja” ucap Cakka

Besok paginya sekitar jam 08.00 pagi. Cakka sedang meminum chocolate panas di ruang makan. Sedangkan Shilla masih tertidur.
“Non Shilla mana?” tanya Bi’ Inem
“Masih tidur. Tadi malem dia gak bisa tidur” ucap Cakka
“Ooh. Ini nasi gorengnya udah jadi. Bibi mau pulang dulu” pamit Bi’ Inem
“Oke, Bi” ucap Cakka
Bi’ Inem pun pulang ke rumahnya..

15 menit kemudian Shilla yang baru terbangun langsung turun ke bawah. Dan melihat Cakka sedang membaca buku.. Shilla pun menghampiri Cakka dan duduk disampingnya.
“Baru bangun?” tanya Cakka
“Hehe, iya” jawab Shilla
“Udah mandi?” tanya Cakka
“Belomm.” Jawab Shilla
“Pantes bau” ledek Cakka
“Ih, gak juga” ucap Shilla sambil cemberut
“Gak kok. Becanda. Baru bangun tidur tapi cantiknya gak berubah” ucap Cakka
“Mau gombal?” tanya Shilla
“Gak kok. Ini kan fakta” jawab Cakka
“Emang sih fakta menunjukan, kalau gue itu cantik,pinter,baik,gak sombong,rajin menabung” ucap Shilla narsis
“Hm, yayaya” ucap Cakka sambil melanjutkan membac buku
“Lo baca buku apa sih? Tebal banget” ucap Shilla yang melihat buku yang dibaca Cakak sangat tebal
“Buku Kedokteran. ini masih tipis untuk seorang dokter” ucap Cakka
“Wuihh, gue sih males baca buku setebal ini” ucap Shilla
“Gimana lo mau jadi Dokter? Kalau baca buku gak mau” ucap Cakka
“Gue sukanya praktek, daripada teori. Bikin ribet aja” ucap Shilla
“Yaya. Tapi kalau praktek lo gagal. Trus anak orang tbtb makin parah penyakitnya ntar gimana?” tanya Cakka
“Yee. Kan ikutin contohnya dulu. Gue gak sembarangan mau buat anak orang jadi kelinci percobaan” jawab Shilla
“Haha. Mau jalan ke pantai gak?” tawar Cakka
“Mauuu” ucap Shilla senang
“Ntar sore deh. Nih, sarapan dulu” ucap Cakka sambil memberikan sepiring nasi goreng pada Shilla
“Lo udah sarapan belom?” tanya Shilla
“Gue gak bisa makan pagi2 gini” jawab Cakka
“Gimana lo mau jadi dokter? Sarapan pagi aja gak mau. Itu kan penting, biar tubuh kita tetap seimbang” ucap Shilla
“Perasaan lo ngikutin kata2 gue deh” ucap Cakka
“Hehe.”  Shilla nyengir

Sorenya sekitar jam 4, Cakka dan Shilla pergi ke sebuah pantai. Pantai itu sangat indah ditambah dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi
Cakka dan Shilla berjalan di tepi pantai.
“Pantai indah kayak gini. Tapi kok sepi ya?” tanya Shilla
“Ya begitulah. Jarang ada yang tau ini Pantai” ucap Cakka
“Oooh, trus lo tau darimana?” tanya Shilla
“Gue tau dari temen2 gue” ucap Cakka
“Hm,yaya. Lo gak ngumpul bareng temen2 lo apa?” tanya Shilla
“Sering kok.Cuman kalau sekarang ka liburan, ada yang pergi ke Bali, trus gue juga ada tugas ngejagain lo” jawab Cakka
“Yaya. Menurut gue, jarang2 ada anak muda yang tanggung jawab kayak lo” ucap Shilla
“Hm, mungkin” ucap Cakka

Mereka pun sampai di ujung tepi pantai. Sebentar lagi Matahari akan tenggelam..
“Gue suka banget liat sunset” ucap Shilla
“Kenapa?” tanya Cakka
Muka Shilla pun berubah jadi manyun.
“Gue pertama kali suka sunset itu gara2 Alvin ngajakin gue ke pantai” ucap Shilla murung
“Hm, sory ya gue gak tau” ucap cakka
“Gapapa kok” ucap Shilla sambil tersenyum
 Mereka menikmati keindahan sunset sore ini...
Tidak tau kemapa, akhir-akhir ini Cakka sangat suka melihat Shilla tersenyum, dan ada perasaan yang muncul dalam hatinya
“Shil” gumam Cakka sambilmemandang Shilla
“Ya. Kenapa?” tanya Shilla sambil menoleh ke Cakka
“Kalau gue suka sama lo,salah gak?” tanya Cakka to the point
Shilla terkejut dengan ucapan Cakka, Shilla memang merasa tenang jika berada disamping Cakka. Shilla bingung menjawab apa..
“Hmm.. Gak. Kan setiap orang berhak suka sama siapa aja” jawab Shilla
“Kalau cinta?” tanya Cakka
“Sama, kan setiap orang bebas untuk cinta sama orang lain” ucap Shilla sambil tersenyum
Cakka meraih tangan Shilla dan menggenggamnya.
“Lo mau jadi pacar gue?” tanya Cakka sambil menatap mata Shilla
Shilla bingung mau atau tidak menerima Cakka.
“Kalau lo gak mau juga gapapa. Gue sadar kalau gue itu cuman orang biasa dan gue gak bisa ngebahagiain lo, kayak si Alv.....” ucapan Cakka terpotong
“Ssstt. Lo gak boleh ngomong gitu. Gue gak pernah ngebeda2in orang. Gue mau kok” ucap Shilla sambil tersenyum
“Serius?” tanya Cakka tidak percaya
“Iyaa. Dua rius malah” ucap Shilla
Cakka yang senang refleks memeluk Shilla
“Thanks,” ucap Cakka
“Ya” ucap Shilla

Beberapa hari kemudian. Shilla harus pulang ke Jakarta.
Malamnya Shilla pun menyiapkan barang2nya dibantu Cakka.
Setelah selesai, mereka pun duduk sambil menonton Tv.
“Kka. Kamu ikut ke Jakarta dong??” pinta Shilla sambil menyenderkan kepalanya di bahu Cakka
“Gak bisa sayang.. Aku kan harus nyelesein kuliah aku disini” ucap Cakka sambil mengelus rambut Shilla
“Yahhh. Trus hubungan kita?” tanya Shilla
“LDR bisa kan?” uap Cakka
“Kamu janji gak bakal macem2 sama cewek lain?” tanya Shilla
“Aku janji.” Ucap Cakka sambil mencium kening Shilla
Shilla pun merasa tenang, namun ia masih sedih karena harus berpisah dengan Cakka..

Besok paginya, Cakka dan Shilla sedang menuju Bandara ini baru jam 07 dan check ini bisa dilakukan jam setengah 9, namun mereka sengaja untuk berjalan2 sebentar..
Raut muka Shilla tidak bisa dibohongi, Shilla sangat sedih dan galau. Cakka pun menghentikan mobilnya dan menghadap ke Shilla.
“Jangan sedih dong” ucap Cakka sambil tersenyum
“Gimana gak sedih, mau pisah sama kamu” ucap Shilla
Cakka pun mendekat ke wajah Shilla dan mengecup bibir Shilla, Shilla terkejut , namun ia membalas kecupan Shilla.
3menit kemudian.. Shilla melepaskan ciumannya.
“Udah ah Kka. Nanti aku tambah galau” ucap Shilla
“Hihi,iya deh” ucap Cakka sambil mengacak rambut Shilla setelah itu menyalakan mobil untuk menuju bandara.
“Ihh, berantakan tau” ucap Shilla sambil merapikan rambutnya..
“Gapapa tetap cantik” ucap Cakka sambil tersenyum

Sampai di bandara. Shilla harus check in dan berangkat.
“Inget jangan lirik cowok Jakarta yaa” ucap Cakka
“Iya. Kamu juga” ucap Shilla
“Hehe..iya. Yaudah, check in tuh” ucap Cakka
Shilla tbtb mengecup bibir Cakka sekali..
“Iyaa. Byeee” ucap Shilla sambil pergi
Cakka pun tersenyum melihat Shilla, namun tetap ada rasa sedih dihatinya..

1tahun  3 bulan. Cakkasudah lulus kuliah dan ia akan bekerja di suatu rumah sakit di Jakarta. Cakak sudah ada di Jakarta dan ia sudah janjian dengan Shilla.
Cakka sedang duduk di sebuah Taman dan menunggu Shilla. Beberapa menit kemudian Shilla pun datang dan langsung duduk disamping Cakka
“Aku kangen kamu” ucap Shilla sambil mencium pipi kanan Cakka
Cakka pun tersenyum
“Aku juga” ucap Cakka sambil merangkul bahu Shilla.
“Jadi kamu mau kerja dimana?” tanya Shilla
“aku dari kampus Jogja udah konfirmasi mau disini” jawab Cakka
“Ohya? Kok gak kasih tau sih” ucap Shilla
“Kan biar suprise” ucap Cakka
“Hmm, sebenarnya ada yang aku mau omongin” ucap Shilla dan raut mukanya pun berubah menjadi sedih
“Omongin apa?’ tanya Cakka sambil menatap wajah Shilla
“Aku... ma...u tunangan dengan Alvin” ucap Shilla
Cakka terkejut dengan ucapan Shilla.
“Kok bisa?” tanya Cakka
“Papa udah fix ngomong gitu” jawab Shilla
“Hm. Kalau Papa kamu udah bilang gitu. Berarti itu terbaik untuk kamu. Gapapa kok” ucap Cakka sambil tersenyum namun dalam hatinya bersedih
“Tapi aku cintanya sama kamu bukan Alvin” ucap Shilla sambil menggenggam tangan kanan Cakka
“Aku tau kok, tapi kamu harus dengerin kata Papa kamu” ucap Cakka yang membuat Shilla meneteskan air matanya.
Cakka tidak tega melihat Shilla nangis, ia pun menghapus air mata Shilla yang ada di pipi Shilla dengan ibujarinya.
“Jangan nangis. Aku gak suka” ucap Cakka
Shilla pun memeluk Cakka erat, dan menangis dipelukan Cakka.. Cakka pun mengelus rambut Shilla lembut. Cakka berfikir bagaimana jalan keluarnya, akhirnya ia mendapat ide.
“Aku bakal ngomong ke Papa kamu” ucap Cakka
“Serius?” tanya Shilla
“Iyalah. Yaudah sekarang kita ketemu Papa kamu” ucap Cakka
“Ayoo” ucap Shilla senang

Mereka pun menuju rumah Shilla. Mereka pun menemui Ayah Shilla yang sedang duduk di ruang keluarga. Ayah Shilla yang melihat Cakka dan Shilla di depan ruang keluarga, tapi ia memperhatikan Shilla yang matanya sembab karena menangis.
Cakka dan Shilla pun duduk di sofa depan Ayah Shilla.
“Kamu kenapa?” tanya Papa Shilla sambil memandang Shilla
“Gapapa” jawab Shilla sambil menunduk
“Gini Pak Zaenal. Saya kesini untuk membatalkan acara pertunangan Alvin dan Shilla, karena saya dan Shilla sudah berpacaran” ucap Cakka yang membuat Ayah Shilla terkejut’
“Apa? Jadi kamu sudah berpacaran dengan Shilla?” tanya Papa Shilla tidak percaya
“Iya Pak.” Jawab Cakka
“Kenapa kamu tidak bilang dari dulu?” tanya Papa Shilla
“Saya takut kalau Pak Zaenal tidak merestui hubungan kami. Saya tau Alvin lebih dari saya” ucap Cakka
Papa Shilla pun menggelengkan kepalanya.
“dasar anak muda” ucap Papa Shilla
“Pa, aku cinta sama Cakka bukan Alvin” ucap Shilla
“Terus kalian mau apa?” tanya Papa Shilla
“Aku mau pertunangan aku sama Alvin dibatalin” jawab Shilla
Papa Shilla pun langsung berdiri.
“Gimana Pa?” tanya Shilla
Tiba2 Alvin datang dan langsung masuk ke ruang keluarga. Dan melihat Shilla sedang duduk bersampingan dngan Cakka.
Alvin pun menarik tangan Shilla kasar, dan membuat Shilla kesakitan
“Aww” rintih Shilla
“Om gimana sih? Kok Shilla dibiarin deket sama orang yang gak bener” ucap Alvin
Papa Shilla pun menatap Alvin.
“Kamu jangan kurang ajar. Sekarang pertunangan kamu dan Shilla dibatalkan” ucap Papa Shilla
“Apa? Om gak becanda kan?” tanya Alvin
“Om serius. Om tidak mau anak Om tunangan dengan orang yang tidak dicintainya” ucap Papa Shilla
“Oke kalau om kayak gitu. Aku akan bilang ke Papa untuk membatalkan semua kerja sama dengan perusahaan Om” ancam Alvin
“Om tidak takut” ucap Papa Shilla
“Oke” ucap Alvin dan pergi..
Shilla pun memeluk ayahnya..
“Makasih Pa” ucap Shilla sambil meneteskan air mata
“Iya” ucap Papa Shilla sambil mengelus rambut anaknya itu
Cakka pun tersenyum senang melihat Shilla dan Ayahnya itu
“Cakka gak dipeluk juga?” goda papa Shilla sambil melepas pelukannya dan melirik ke arah Cakka
“Ihh ntar aja maluu” ucap Shilla salting
“Yaudah, Papa keluar deh” ucap Papa Shilla sambil pergi
Shilla pun duduk disamping Cakka dan menyenderkan kepalanya dibahu Cakka.
“Ternyata gak sesulit yang aku pikirkan” ucap Shilla
“Sama.” Ucap Cakka sambil tersenyum

Besok paginya. Semua harta benda di rumah Shilla disita oleh Bank. Cakka pun datang untuk menjemput Shilla dan Ayahnya.
“Jadi, gimana keadaannya Pak?” tanya Cakka sambil menyetir mobilnya
“Ya begini lah. Semuanya disita” jawab Pak Zaenal
“Yasudah. Bapak dan Shilla tinggal di rumah saya aja” tawar Cakka
“Ya,terimakasih. Mulai sekarang jangan panggil saya dengan sebutan Pak. Panggil Papa karena kamu calon menantu saya” ucap Pak Zaenal
Shilla pun tersenyum melihat kedekatan Ayahnya dan Cakka..


----3 tahun kemudian----
Karena Pak Zaenal bertemu dengan keluarga besarnya, ia pun dibantu untuk membuat perusahaan baru. Dan sekarang hasilnya memuaskan, perusahaan Pak Zaenal sangat cepat maju.
Cakka pun sudah menjadi Dokter muda di Rumah Sakit tempatnya bekerja, dan seiring itu ia mendirikan sebuah rumah sakit. Sedangkan Shilla ia baru saja lulus kuliah kedokteran ia pun sekarang sedang bekerja satu rumah sakit dengan Cakka.

Mereka sedang makan malam bersama.
“Enak ya masakan anak Papa” puji Papa Shilla
“Bener banget, Ini itu ngalahin koki terkenal” tambah Cakka
“Biasa aja tau” ucap Shilla malu
“Yah, anak Papa salting gara2 dipuji sama calon suaminya ya?” goda Papa Shilla
“enggak kok Pa” bantah Shilla
“Ohiya, gimana rencana pernikahan kalian?” tanya Papa Shilla
“Ha? Belum lah. Shilla juga masih fokus dengan pekerjaannya, aku juga sama lagi mikirin tentang rumah sakit baru” ucap Cakka
“Ya, lebih cepat lebih baik kan? Lagian Papa juga udah tua, mau liat cucu Papa juga” ucap Papa Shilla
“Oke Pa. Kami usahain deh” ucap Cakka

5 bulan kemudian Cakka dan Shilla pun sedang merayakan resepsi pernikahannya. Banyak kerabat2 Cakka dan Shilla yang datang.
“Selamat ya bro.” Ucap Rio teman sekerja Cakka dan Shilla
“Cepet2 dapat momongan juga” tambah Ify yang kekasihnya Rio
“Iyaa. Thanks ya udah datang” ucap Shilla sambil tersenyum

Malam pertama untuk Cakka dan Shilla, mereka sedang ada di hotel.
“Shil” gumam Cakka sambil memandang wajah Shilla
“ya kenapa?” tanya Shilla sambil menoleh ke arah Cakka
Cakka pun mendekat ke wajah Shilla, dan.......................
CUPP~
Cakka mengecup bibir Shilla, Shilla pun membalasnya. Lama kelamaan Cakka menjadi tambahh bernafsu untuk menyentuh tubuh Shilla (janganpadangeres-_-)..
Mereka pun menikmati malam pertama mereka bersama bintang2 yang sangat indah dilangit...


****Selesai****